Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Desember 2009

Berikan aku satu bintang



















Izinkan daku bertanya tentangnya

Sedang senyumpun tak seindah purnama

Ku bertanya tentang diriku

Akan kah bahagia ku rasa

Bila bahagia datang bersama senyum

Ku tak mungkin bertanya

Mengapa bintang ada di langit?

Bulan,

Aku ingi belajar bahagia

Memandang indahnya cahaya mu di malam hari,

Menikmati manisnya senyummu menyambut pagi

Boleh kah aku bertanya?

Ada apa gerangan pada bintang?

Yang telah membuat hati ini

Laksana mawar merah diterpa embun pagi.

Bulan,

Terimakasih atas cahaya dan senyummu

Aku tak berharap lebih dari itu

Maka, izinkan daku memetik satu bintang dari sisimu

Senin, 30 November 2009

aku hanya ingin kau tersenyum

Beri aku kesempatan sekali lagi untuk mengenangmu

Dosakah bila itu berlebihan?

Ah tidak,

Aku hanya ingin melihatmu tersenyum

Aku ingin kau hadir disetiap kebahagiaanku

D isaat toga bertengger di kepalaku

Bukankah kau ingin bersamaku berkeliling jogja?

Kau tersenyum manis saat aku bercerta tentang kota gudeg

Walau ku tahu berat hatimu jauh dariku

Ibu,

Setahun silam anakmu menangis disaat toga dikepala ini…

Tahukah engkau tulisan pertamaku ketika menginjakkan kaki di pulau jawa?

‘Aku akan membahagiakanmu ibu”

Semoga engkau bahagia di alam kubur dan di yaumil akhir….

Sabtu, 02 Mei 2009

Khitbah

By: Ady_Az_Zumar (palembang)

Segulung pasrah itu menggelinding bersama iringan alibi,
memintal pada tabuhan doa yang merangkul pada munajah
ikatan restu orang tua

Melamarmu malam ini merisaukan segala dosa,
karena tak ada mahar bahkan akad yang mengikat dengan sempurna
aku tak suka dengan tabuhan pantai, atau
tarian ilalang mengiringi semboyan dalam cerita khitbah,
karena aku, telah memilih; Taman Firdaus
serta bidadari yang menjadi istana taman hatiku.

Segenggam Ruh Ditangan Malaikat

By: Ady_Az_zumar


Langit tetap biru walau Jibril tak berganti generasi

Wahyu dari langit adalah terletak pada butir-butir tasbih yang pada desah malam ini kenapa kau angkuh, walau kutahu.

Pada ruh yang suci demi segenggam tulus,

haruskah ku bersimpuh bertekuk lutut dan meretaskan butir-butir airmata penyesalan?

Bulan tetap bundar walau terkadang akan terpenggal menjadi sabit,

tapi demi imanku yang tak bundar, sirna dan pudar bisikkan aku bisa mekar dan tegar.

Demi ruh yang ada pada genggam Izroil

Demi amal yang tertuang dalam tinta Raqib dan Atid

Demi Jibril yang memberi secercah wahyu,

Ma’afkan atas khilaf demi lembar taubat.

Rabu, 01 April 2009

Setia

Ku kan setia menunggumu


Aku bukanlah gadis cantik yang layak kau rindukan

Aku tidak memiliki apa-apa yang dapat dibanggakan

Penampilanku tidak menarik untuk dipandang

Aku biasa-biasa saja...

Aku rela kau lupakan

Karena aku hanya sebuah desa pedalaman

Tapi,

Lima tahun lalu kita pernah bersama

Kau masih lugu dan bersahaja.

Bahkan sebelum pergi pun kau pernah berjanji...

Kan segera kembali bila telah kau dapati yang dicari

Ah...

Itukan dulu...

Kau mungkin sudah lupa...

Duniamu telah datang

Kau harus terus berjuang

Tuk raih cita-cata hingga kau tenang

Kelak kau kan mengerti dunia awang

Jangan risaukan diriku yang kian usang

Karena kau yang menjadi harapan

Tuk membangun desamu masa depan.